Sarasehan di Dukuh Tengger Menjadi Tonggak Awal Penguatan Organisasi Kebudayaan
Ponorogo – cakra.i-news.site – Komitmen untuk menjaga dan mengembangkan warisan budaya Nusantara diwujudkan melalui Sarasehan dan Pembentukan Pengurus Yayasan Sabuk Inten Nusantara yang digelar di Padepokan Sabuk Inten Nusantara, Dukuh Tengger, Desa Slahung, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo. (Jum’at malam, 29 Mei 2026)
Kegiatan yang dihadiri para pendiri, tokoh budaya, dan anggota Sabuk Inten Nusantara tersebut menjadi momentum penting dalam pembentukan lembaga yang akan bergerak di bidang pelestarian budaya, pendidikan, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat.
Sebelum acara inti dimulai, peserta melaksanakan ritual adat dan doa bersama sebagai simbol harapan dan permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam prosesi tersebut dilakukan ritual memandikan ayam jago cemani yang kemudian disembelih, sebagai bagian dari tradisi yang diyakini memiliki makna spiritual dan ungkapan rasa syukur.
Melalui ritual tersebut, para peserta memanjatkan doa agar Yayasan Sabuk Inten Nusantara memperoleh berkah, keselamatan, kelancaran dalam menjalankan amanah organisasi, serta dapat terus berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat. Harapan juga dipanjatkan agar seluruh anggota diberikan kesehatan, kesejahteraan, dan kemakmuran.
Dalam forum sarasehan tersebut, yayasan menetapkan visi besar yaitu:
“Terwujudnya kebudayaan Nusantara yang lestari, berdaulat, dan menyejahterakan, melalui keseimbangan jagad gedhe dan jagad cilik, sebagai sabuk pengikat keberagaman bangsa menuju peradaban yang luhur dan berkelanjutan.”
Untuk mewujudkan visi tersebut, Yayasan Sabuk Inten Nusantara mengemban lima misi utama, yakni menjaga harmoni antara budaya dan lingkungan, membangun tata kelola yang berimbang, memperkuat kolaborasi lintas sektor, mengembangkan pendidikan dan riset kebudayaan, serta mempererat jaringan budaya Nusantara di tingkat nasional maupun internasional.
Adapun susunan pengurus yang disepakati dalam musyawarah adalah sebagai berikut:
Pendiri
- Ahmad Marundi
- Eka Harnawa Widyaswara
- Sri Widagdo Purwo Ardyasworo
- Arif Afriyanto
Pembina
- Ahmad Marundi
- Eka Harnawa Widyaswara
Pengawas
- Sri Widagdo Purwo Ardyasworo
- Arif Afriyanto
Pengurus Harian
- Ketua : Untung Setiyadi
- Sekretaris : Muhammad Erfan
- Bendahara : Uut Yunianto
Ketua Yayasan Sabuk Inten Nusantara, Untung Setiyadi, menyampaikan bahwa berdirinya yayasan merupakan langkah strategis untuk menghimpun berbagai potensi budaya yang tersebar di tengah masyarakat.
“Kami berharap Yayasan Sabuk Inten Nusantara menjadi ruang bersama untuk merawat warisan leluhur sekaligus mengembangkan budaya agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Pelestarian budaya harus berjalan berdampingan dengan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia merupakan kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama agar dapat diwariskan kepada generasi penerus.
Dengan terbentuknya kepengurusan dan arah organisasi yang jelas, Yayasan Sabuk Inten Nusantara diharapkan mampu menjadi wadah yang memperkuat persaudaraan, gotong royong, serta menjadi salah satu garda terdepan dalam menjaga keberlangsungan budaya Nusantara.(red/tim)




